Jumat, 13 Februari 2009

Bila Facebook Masuk Surga


Guntur Subagja
Praktisi Media & Komunikasi Strategis

Saya patut berterimakasih pada Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. Melalui situs jejaring sosial yang didirikannya pada 4 Februari 2004 ini, saya menemukan kembali sahabat-sahabat lama yang sudah sekian tahun kehilangan kontak. Dan juga mendapat anugrah sahabat-sahabat baru dari beragam penjuru bumi.

Betapa gembiranya ketika bertemu kembali dengan sahabat bermain sewaktu kecil, sahabat saat sekolah, sahabat di tempat kerja, mantan tempat kerja, dan mitra kerja saat ini. Lewat FB, kadang kami ’bernostalgia’. Seringkali juga saling ’mengejek’ masa kecil dan masa culun kami (hehehe...). Sahabat saya itu sudah tersebar di mana-mana. Ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan beberapa di luar negeri.

Beberapa sahabat lama dari luar juga berjumpa kembali melalui jagat maya ini. Senang sekali saat bertemu kembali sahabat lama dari India, Mexico, Filipina, Korea, China, dan Australia. Dan sedang mencari beberapa sahabat lama lainnya, diantaranya dari Rusia, Polandia, Vietnam, Thailand, dan Brazil. Sahabat dari Brazil sudah diperoleh kabar menjadi staf di kementrian informasi di negaranya. Namun belum sempat berjumpa di FB.

Dan, tidak luput juga ajang silaturahmi virtual ini mempertemukan kembali saya dengan para mantan teman dekat sekali (hehehe....) yang kini tetap menjadi sahabat, meski beberapa diantaranya hanya melalui jagat maya. Dalam hal ini tentu ’dihindari’ untuk bernostalgia... meski kadang-kadang ’bobol’ juga...hahaha. Biarlah sweet memories menjadi tetap manis untuk dikenang.

Melalui FB, pertemanan menjadi tidak ada batas. Kita dengan mudah dapat berteman dan bersahabat dengan pejabat negara, presiden, calon presiden, gubernur, wakil gubernur, anggota parlemen, caleg, politisi, pakar, artis, dll... tanpa harus melalui prosedur protokoler, lewat ajudan, juru bicara, atau manajernya.

Lebih dari itu, saya mendapatkan anugerah sahabat-sahabat baru yang sebelumnya sama sekali tidak kenal. Senang, teman semakin banyak, jaringan kian luas.Terimakasih sahabat-sahabat yang sudah meng-add-saya, dan terimakasih juga pada sahabat yg meng’confirm’ friend request saya.

Sebenarnya saya termasuk ’jadul’ alias terlambat menjadi member FB. Kalo gak salah, baru bulan Oktober or November 2008. Tapi saya langsung jatuh cinta karena merasakan dahsyatnya FB. Dalam tiga bulan saya mendapatkan 400 lebih sahabat. Meski jumlah ini mungkin kecil dibandingkan kawan-kawan lain yg sudah ribuan sahabatnya, tapi sangat berarti bagi saya. Separo dari jumlah itu adalah sahabat lama yang ditemukan kembali. Dan sebagiannya lagi adalah sahabat baru. Tentu, ingin terus menambah sahabat.... hingga facebook menolaknya (hahahah....)

Bagi saya, FB adalah istri kedua, setelah istri pertama yang menemani dengan setia selama tiga belas tahun: handphone. Setiap sempat, saya menengoknya dan menyentuhnya. Tak peduli sedang sibuk bekerja, sedang di jalan, sedang makan, meeting, atau jalan-jalan.

Banyak manfaaf dari FB. Beberapa kawan memperoleh klien, proyek, dan customer melalui FB. Sebagian sahabat lagi mendapatkan jodoh, pacar, dan akur lagi dengan pacarnya lewat situs jejaring sosial ini. Ada juga suami istri yang hendak bercerai, rujuk setelah suaminya mengirimi gift bunga dan hati melalui FB.

Namun, tak dipungkiri juga, tidak sedikit juga yang bermasalah akibat FB. Ada istri yang menggugat cerai suaminya lantaran melihat friends list FB suaminya yang sebagian para wanita cantik dan muda. Ada juga ibu yang mengabaikan anaknya bermain sendiri karena keasyikan chatting dengan teman lamanya. Ada juga pasangan yang memutuskan pacarnya lantaran teman chattingnya lebih mengasyikkan. Dan konon banyak juga yang berselingkuh melalui FB. Tampaknya yg terakhir ini salah menangkap misi FB bukan sebagai ajang silaturahmi, tapi menjadi ajang ’selingkuhi’ (hahahaha....).

Kita lihat saja sisi positifnya FB. Kalo ada hal negatif, anggap saja itu hanya ekses atau lantaran ’penyalahgunaan’ fungsi FB.

Hal paling bermanfaat dari FB telah memfasilitasi kita untuk menjalin dan membangun silaturahmi. FB juga menjadi tempat belajar dan menambah wawasan, karena banyak yang sharing tentang banyak hal. FB pun menjadi sarana untuk mendukung aktivitas kita sehari-hari baik personal maupun pekerjaan, seperti komunikasi lewat chat, berbagi melalui foto,video, dan link, membangun komunitas melalui grup, memasarkan produk dan jasa pada pages yang tersedia, atau bahkan beriklan secara komersial membidik pasar yang besar.

FB telah berbagi, memberi, membantu, dan besedekah kepada satu juta orang pengguna dari Indonesia, dan lebih 40 juta pengguna di dunia. Data wikipedia, per Juli 2007 ada 34 juta anggota aktif FB. Dalam usianya yang masih balita, ia menjadi salah satu dari 10 situs yang paling banyak dikunjungi di dunia.

Kalo saja Facebook itu manusia dan beragama, boleh jadi akan masuk surga.

Selamat ulang tahun ke-5 Facebook!

Tidak ada komentar: